Tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia jika mendengarkan kata jahe. Jahe merupakan tanaman herbal yang masuk ke dalam kategori rempah-rempah, biasanya masyarakan menggunakannya untuk makanan dan minuman. Tanaman herbal jahe telah banyak dimanfaatkan sebagai obat penangkal masuk angin, anti peradangan atau analgesik, anti bakteri hingga, anti mabuk perjalanan. Namun ternyata jahe juga berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita.
Dengan
mengonsumsi ekstrak jahe dalam minuman tradisional dan obat-obat tradisional
dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mengobati diare, hal ini berdasarkan
penelitian yang dilakukan oleh Christina Winarti dan Nanan Nurjanah pada 2005.
Zakaria dan Rajab pada tahun 1999 dalam penelitiannya juga menyatakan bahwa
ekstrak jahe dapat memperbanyak sel pembuluh alami NK (natural killer) serta
dapat menghancurkan dinding sel virus yang sudah menginfeksi inangnya, yaitu
tubuh manusia.
Ekstrak
jahe juga dapat meningkatkan kemampuan makrofag menelan penyusup. Kandungan
yang terdapat dalam ekstrak jahe antara lain senyawa berkhasiat disebut dengan
zingerone, shogaol, dan gingerol. Zat aktif atsiri jahe memiliki kemampuan
mengikat racun-racun yang dihasilkan yang bersifat pathogen. Sehingga racun
tidak dapat merusak dinding usus yang dapat mencegah terjadinya diare pada anak
dan gingerol dapat memperbaiki kewaspadaan limfosit T untuk mengaktifkan sistem
kekebalan pembunuh bakteri. Tanaman herbal jahe memiliki rasa khas yang pedas
dan hangat yang tentunya dapat mencegah penurunan daya tahan tubuh yang
tdisebabkan infeksi virus serta perubahan cuaca.
Sumber: Kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar