Selasa, 29 Desember 2020

Jahe Tanaman Herbal untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

         Tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia jika mendengarkan kata jahe. Jahe merupakan tanaman herbal  yang masuk ke dalam kategori rempah-rempah, biasanya masyarakan menggunakannya untuk makanan dan minuman. Tanaman herbal jahe telah banyak dimanfaatkan sebagai obat penangkal masuk angin, anti peradangan atau analgesik, anti bakteri hingga, anti mabuk perjalanan. Namun ternyata jahe juga berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita.

Dengan mengonsumsi ekstrak jahe dalam minuman tradisional dan obat-obat tradisional dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mengobati diare, hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Christina Winarti dan Nanan Nurjanah pada 2005. Zakaria dan Rajab pada tahun 1999 dalam penelitiannya juga menyatakan bahwa ekstrak jahe dapat memperbanyak sel pembuluh alami NK (natural killer) serta dapat menghancurkan dinding sel virus yang sudah menginfeksi inangnya, yaitu tubuh manusia.

Ekstrak jahe juga dapat meningkatkan kemampuan makrofag menelan penyusup. Kandungan yang terdapat dalam ekstrak jahe antara lain senyawa berkhasiat disebut dengan zingerone, shogaol, dan gingerol. Zat aktif atsiri jahe memiliki kemampuan mengikat racun-racun yang dihasilkan yang bersifat pathogen. Sehingga racun tidak dapat merusak dinding usus yang dapat mencegah terjadinya diare pada anak dan gingerol dapat memperbaiki kewaspadaan limfosit T untuk mengaktifkan sistem kekebalan pembunuh bakteri. Tanaman herbal jahe memiliki rasa khas yang pedas dan hangat yang tentunya dapat mencegah penurunan daya tahan tubuh yang tdisebabkan infeksi virus serta perubahan cuaca.

 

Sumber: Kompas.com

Lonjakan Harga Sembako Menjelang Tahun Baru

Memasuki waktu liburan menjelang tahun baru biasanya terjadi kenaikan pada beberapa harga kebutuhan pokok. Kebutuhan konsumsi meningkat pada momen libur natal dan tahun baru. Adanya peningkatan kebutuhan tersebut menjadi penyebab merayapnya harga bahan makanan pokok. Bada momen kali ini yang mengalami kenaikan adalah telur ayam ras segar dan bawang merah.

Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) terdapat enam bahan pokok yang harganya mengalami kenaikan. Keenam bahan pokok tersebut meliputi bawang merah dengan ukuran sedang, cabai merah besar, minyak goring curah, bawang putih dengan ukuran sedang, gula pasir local, serta telur ayam ras segar. Diantara keenam bahan pokok di atas, yang harganya melonjak paling signifikan ialah bawang merah ukuran sedang dengan kenaikan 20,5% dibandingkan harga bulan lalu. Harga bawang merah ukuran sedang di pasar tradisional bulan lalu di seluruh provinsi rata-rata Rp31.000,00/Kg. Kini harganya naik menjadi Rp37.350,00/Kg.

Adapun harga pokok yang harganya masih tetap yaitu beras kualitas medium, daging sapi kualitas dua, dan daging ayam ras segar. Tentunya kenaikan bahan pokok tersebut berkontribusi terhadap inflasi Desember. Inflasi bulan Desember lebih tinggi dibandingkan dengan bulan November dalam dua tahun terakhir. Meskipun kenaikan pada beberapa harga pokok tidak terlalu tinggi, namun tetap harus waspada khususnya pemerintah terhadap kenaikan harga bawang merah yang meroket tinggi. Karena bahan pokok termasuk penyumbang inflasi yang besar.

 

Sumber: Tirta Citradi, CNBC Indonesia

Gunung Merapi Menggemuruh

            Berdasarkan pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) bahwa gunung merapi mengeluarkan bunyi guguran yang terdengar sebanyak enam kali pada Kamis (24/12) antara pukul 00.00 WIB sampai 24.00 WIB.

Dari Pos Pemantauan, Gunung Merapi Babadan dan Jrakah, suara guguran yang terdengar dari gunung merapi berintensitas lemah hingga keras, pernyataan dari Hanik Humaida Kepala BPPTKG melalui keterangan resminya di Yogyakarta.

BPPTKG mencatat terjadinya 41 kali gempa guguran, 312 kali gempa fase banyak, 58 gempa vulkanik dan dangkal, satu kali gempa tektonik, dan juga 50 kali gempa hembusan yang dialami Gunung Merapi.Adapun laju deformasi Gunung Merapi diukur dengan electronic distance measurement (EDM) bebadan dengan rata-rata 11 cm per hari. (rata-rata selama 3 hari).

Status Gunung Merapi dinaikkan oleh BPPTKG pada level III atau siaga. Segala aktivitas yang dilakukan di sekitar Gunung Merapi diminta untuk diberhentikan. Selain itu ada beberapa lokasi yang diminta  untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan mitigasi bencana letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi sewaktu-waktu, seperti wilayah Pemerintah Kabupaten Sleman, DIY; Kabupaten Klaten, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

 

Sumber: Liputan6.com, Yogyakarta

Waspada Tanah Longsor

             Memasuki musim penghujan seperti yang terjadi pada saat ini, bagi yang bertempat tinggal di daerah zona merah rawan longsor harus memiliki bekal pengetahuan untuk bencana ini. Terjadinya tanah longsor sangat tidak bisa diprediksi. Penyebab terjadinya tanah longsor yaitu seperti tingginya curah hujan. Masyarakat yang bertempat tinggal di daerah perbukitan atau zona merah rawan longsor dihimbau agar selalu menyimak informasi baik dari radio maupun televisi dan internet mengenai potensi tanah longsor. Bila mendapatkan informasi atau himbauan bahwa sudah ada prediksi tanah longsor akan terjadi, maka segera bersiaplah untuk melakukan evakuasi diri beserta keluarga.

            Adapun tanda-tanda yang biasanya terjadi pada bencana tanah longsor yaitu terdengar suara gemuruh yang disertai gerakan tanah atau batuan yang meluncur sepat ke bawah bukit. Apabila sedang berada di luar rumah atau ruangan dan mendengar suara seperti tanda-tanda di atas secepat mungkin pergi ke tempat yang lapang dan berusahalah memperhatikan bagian tanah manakah yang longsor dan apabila masih berada di dalam rumah mendengar suara seperti tanda-tanda di atas, bercepatlah keluar rumah dan mencari tempat yang lapang. Tetaplah waspada untuk masyarakat yang bertempat tinggal di daerah perbukitan dan daerah rawan tanah longsor.

 

Tetap Disiplin Belajar Di Rumah di Era Pandemi Covid-19

 

Di masa pandemi covid-19 seperti pada saat ini, anak sekolah lebih banyak waktu untuk belajar di rumah sebagai upaya pencegahan terhadap penyebaran virus corona. Mereka dituntut untuk tetap belajar dengan didiplin meskipun tanpa pengawasan guru secara langsung. Namun pada kenyataannya tidak semua anak mampu menerapkan sikap disiplin saat belajar di rumah. Akibatnya, anak-anak mengalami ketertinggalan materi pelajaran bahkan ada beberapa di antara mereka yang secara sengaja tidak mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru mereka. Pada situasi dan kondisi seperti saat ini, sangat dibuthkan peran orangtua ataupun pengasuh anak untuk membantu anak agar tetap disiplin belajar di rumah.

Jahe Tanaman Herbal untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

            Tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia jika mendengarkan kata jahe. Jahe merupakan tanaman herbal   yang masu...