Selasa, 29 Desember 2020

Gunung Merapi Menggemuruh

            Berdasarkan pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) bahwa gunung merapi mengeluarkan bunyi guguran yang terdengar sebanyak enam kali pada Kamis (24/12) antara pukul 00.00 WIB sampai 24.00 WIB.

Dari Pos Pemantauan, Gunung Merapi Babadan dan Jrakah, suara guguran yang terdengar dari gunung merapi berintensitas lemah hingga keras, pernyataan dari Hanik Humaida Kepala BPPTKG melalui keterangan resminya di Yogyakarta.

BPPTKG mencatat terjadinya 41 kali gempa guguran, 312 kali gempa fase banyak, 58 gempa vulkanik dan dangkal, satu kali gempa tektonik, dan juga 50 kali gempa hembusan yang dialami Gunung Merapi.Adapun laju deformasi Gunung Merapi diukur dengan electronic distance measurement (EDM) bebadan dengan rata-rata 11 cm per hari. (rata-rata selama 3 hari).

Status Gunung Merapi dinaikkan oleh BPPTKG pada level III atau siaga. Segala aktivitas yang dilakukan di sekitar Gunung Merapi diminta untuk diberhentikan. Selain itu ada beberapa lokasi yang diminta  untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan mitigasi bencana letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi sewaktu-waktu, seperti wilayah Pemerintah Kabupaten Sleman, DIY; Kabupaten Klaten, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

 

Sumber: Liputan6.com, Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jahe Tanaman Herbal untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

            Tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia jika mendengarkan kata jahe. Jahe merupakan tanaman herbal   yang masu...